Home > Kebersihan Umum > Kenalan dengan Drainase: Pengertian dan Fungsinya

Kenalan dengan Drainase: Pengertian dan Fungsinya

Kebersihan Umum 1 August 2019
Membersihkan ompol copyright free images

Mungkin sudah banyak dari kalian yang tak asing dengan kata-kata yang satu ini. Ya, drainase! Kata ‘Drainase’ memang sepertinya berhubungan dengan ‘sistem pengairan’ deh. Tapi apa iya?

Pengertian drainase bisa jadi sudah banyak diajarkan ketika bersekolah, tapi ya hanya sebatas pengetahuan basic-nya saja.

Kamu juga seringkali baca berita soal banjir yang ada hubungannya dengan kesalahan pada sistem drainase. Namun apa daya, kamu juga masih belum begitu mengerti tentang ‘apa sih drainase itu sebenarnya?’.

Jangan khawatir, kali ini kami akan memberikan ulasan penting perihal pengertian drainase, kegunaannya, hingga ada tidak kerugian dari menggunakan sistem drainase itu sendiri.

Untuk itu, yuk langsung disimak saja informasi lengkapnya di bawah ini!


Pengertian dari Drainase

Pengatusan atau biasa disebut dengan ‘Drainase’ merupakan pembuangan massa air secara alami atau buatan, baik dari permukaan (surface) maupun sub-permukaan (sub-surface).

Pembuangan massa air ini seringkali dilakukan dengan cara mengalihkan, menguras sampai membuang air.

Drainase sebenarnya tak beda jauh dengan sistem irigasi. Keduanya merupakan elemen utama dari proyek tata ruang, konstruksi dan pertanian yang digunakan untuk menghindari banjir dan kerusakan lainnya.

Saluran drainase yang ada di permukaan adalah parit, sedangkan yang berada di sub-permukaan biasa kita sebut dengan ‘gorong-gorong’.

Definisi dari drainase banyak disebut sebagai beberapa bangunan yang berguna untuk mengurangi atau membuang kelebihan air di suatu tempat. Ini juga biasa digunakan untuk menjaga pasokan air agar tetap berada dalam batas aman supaya tidak terjadi banjir.

Drainase di sebagian besar tanah pertanian, cukup baik digunakan untuk mencegah genangan air yang parah (kondisi anaerob yang bisa merusak pertumbuhan akar tanaman).

Tak hanya itu saja, banyak tanah memerlukan drainase buatan untuk meningkatkan produksi atau untuk mengelola pasokan air.


Sejarah Terciptanya Sistem Drainase

Sebelum drainase dikenal luas, Peradaban Lembah Indus telah lebih dulu memiliki sistem pembuangan air limbah dan drainase yang canggih.

Peradaban Lembah Indus sendiri merupakan peradaban yang ada pada Zaman Perunggu di wilayah barat laut Asia Selatan, yang berlangsung dari 3300 SM hingga 1300 SM.

Seiring dengan adanya peradaban Mesir kuno dan Mesopotamia, Lembah Indus adalah salah satu dari tiga peradaban awal di wilayah itu yang terdiri dari Afrika Utara, Asia Barat, dan Asia Selatan, dan dari ketiganya, yang paling luas, situsnya mencakup wilayah yang membentang dari timur laut Afghanistan, melalui sebagian besar Pakistan, hingga mencapai India barat dan barat laut.

Kedua tempat utama yang paling terkenal bernama Harappa dan Mohenjo-daro. Semua rumah di kota-kota besar Harappa dan Mohenjo-daro sudah memiliki akses ke fasilitas air dan drainase. Air limbah diarahkan ke saluran pembuangan gravitasi tertutup, yang berjajar di jalan-jalan utama.

Tempat tersebut dinamakan ‘Peradaban Lembah Indus’ oleh para peneliti karena manusia jaman dulu sudah berhasil menemukan sistem pengairan yang baik terutama di wilayah sungai Indus (walaupun belum begitu sempurna).

Drainase pun semakin berkembang setiap harinya, hal ini dibuktikan dengan penemuan drainase pipa berlubang yang dibuat oleh Sir Hugh Dalrymple pada tahun 1700-an.

Kini, sistem drainase telah digunakan hampir semua industri untuk membantu manusia untuk mengatur air agar tidak terjadi kekacauan seperti banjir dan masih banyak lagi.


Penggunaan Sistem Drainase

1. Drainase untuk Konstruksi dan Tata Ruang

Siapa yang paling bertanggung jawab dalam pengaturan drainase untuk pembangunan suatu gedung? Jawabannya adalah civil engineering alias insinyur sipil.

Mereka bertanggung jawab sepenuhnya atas drainase dalam proyek konstruksi. Biasanya mereka turun dan terlibat langsung untuk perencanaan pembuatan sistem drainase seperti gorong-gorong dan selokan.

Selama proses konstruksi, insinyur sipil akan menetapkan semua level yang diperlukan untuk masing-masing faktor yang disebutkan sebelumnya.

Kemudian insinyur sipil serta manajer konstruksi bekerja bersama arsitek dan pengawas, surveyor kuantitas, pekerja bangunan, serta subkontraktor.

Biasanya, setiap negara memiliki aturan khusus untuk mengatur sistem drainase pada setiap bangunan yang akan dibuat.

Opsi drainase untuk industri konstruksi meliputi:

  • Point Drainage : Selokan terhubung ke pipa drainase di bawah permukaan tanah dan penggalian yang dalam diperlukan untuk memfasilitasi sistem ini. Dukungan untuk parit yang dalam diperlukan pada bentuk papan dan strutting.
  • Channel Drainage : Drainase saluran biasanya dibuat dari beton, baja, polimer atau komposit. Tingkat intersepsi drainase saluran lebih besar dari Point Drainage dan penggalian yang dibutuhkan biasanya jauh lebih dalam.

Pembukaan permukaan drainase saluran biasanya datang dalam bentuk parut (polimer, plastik, baja atau besi) atau slot drain yang mengalir di sepanjang permukaan tanah (biasanya dibuat dari baja atau besi).

2. Drainase pada di Dunia Pertanian

Sistem drainase pertanian adalah sistem dimana air dikeringkan di tanah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian tanaman. Cara ini mungkin melibatkan kombinasi pengontrol air hujan, erosi, dan lain sebagainya.

Meskipun ada lebih dari dua jenis sistem drainase yang digunakan dalam pertanian, ada dua jenis utama yang perlu kamu ketahui :

  • Surface Drainage : Pembuangan kelebihan air dari permukaan tanah. Cara ini biasanya dilakukan dengan parit yang dangkal, biasa disebut juga saluran terbuka. Sistem Surface Drainage biasanya mulai berfungsi setelah adanya curah hujan yang intensif sehingga menghasilkan pengairan irigasi yang berlebih. Sistem ini beroperasi sepenuhnya dengan mengandalkan gaya gravitasi. Air yang ada di saluran atau parit dangkal dibuang ke saluran pengumpul air yang lebih besar dan lebih dalam. Untuk memudahkan aliran air berlebih untuk mengalir ke saluran, tanah mesti diberi kemiringan buatan dengan bentuk atau ukuran yang sesuai.
  • Sub-surface Drainage : Sebenarnya sama saja seperti sistem Surface Drainage, yang membedakan adalah sistem Sub-surface Drainage dibagi ke dalam sistem reguler dan sistem yang bisa diperiksa (dikendalikan). Ketika pembuangan saluran terjadi sepenuhnya karena gaya gravitasi, kedua jenis sistem yang dimiliki Sub-surface Drainage memiliki banyak kesamaan, kecuali soal sistem yang dapat diperiksa dan mempunyai gerbang kontrol yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Tak cuma itu saja, cara ini dapat menghemat banyak air irigasi. Sistem drainase yang bisa kita periksa dan kendalikan juga mampu meminimalisir pembuangan air melalui sistem drainase utama, sehingga dapat mengurangi biaya konstruksi.

Bagaimana Cara Menentukan Sistem Drainase yang Tepat untuk Digunakan?

Faktor-faktor yang menentukan desain sistem drainase mana yang bisa kamu gunakan seperti jenis tanah, konfigurasi lahan, jumlah dan pola curah hujan.

Tanah dengan kandungan pasir atau memiliki tingkat kekeringan yang cukup tinggi umumnya cocok untuk menggunakan sistem Sub-surface Drainage, sedangkan tanah dengan kandungan tanah liat (tanah basah) yang tinggi umumnya membutuhkan sistem Surface Drainage.


Kenapa Mesti Ada ‘Drainase Buatan’?

Tanah dengan kandungan air yang cukup tinggi membutuhkan drainase supaya bisa digunakan untuk lahan pertanian.

Di Amerika Serikat bagian utara dan Eropa, proses glasiasi (proses menurunnya suhu bumi yang menyebabkan permukaan air laut turun dan daratan menjadi luas atau biasa disebut Jaman Es) menciptakan banyak danau kecil yang lambat laun diisi oleh humus dan pada akhirnya membentuk rawa.

Beberapa di antara rawa tersebut perlu dikeringkan dengan menggunakan teknik drainase buatan agar bisa dimanfaatkan oleh para petani untuk menanam komoditi yang lebih menjual seperti sayuran dan masih banyak lagi.


Apakah Ada Kerugian dari Menggunakan Sistem Drainase?

Sistem pengairan yang tepat adalah masalah penting untuk melindungi kita dari kebocoran  dan masalah lainnya yang lebih besar seperti banjir. Sistem drainase terkadang memang menjadi jawaban yang tepat, tetapi ternyata ini bisa menimbulkan masalah lho.

Kerugian dari penggunaan sistem drainase bisa terjadi jika ada perbedaan mengenai jenis sistem atau bahan yang digunakan. Mari kita ambil contoh, salah satu saluran air di Perancis terkenal karena penumpukan tanah atau lumpur yang sudah mencapai tahap maksimal. Hal ini diduga terjadi karena mereka menggunakan sistem drainase yang kurang tepat.

Masalah ini juga bisa berlaku untuk kamu kalau menggunakan sistem drainase yang salah dan tidak sesuai ketentuan.

Kurangnya perawatan pada sistem drainase juga menjadi kelemahan utama yang perlu diperbaiki. Caranya dengan tidak malas kalau mau membersihkan penyumbatan pada sistem drainase, hal ini kan dilakukan supaya airnya tidak meluap dan menyebabkan kerusakan. Ya pada akhirnya efek baik-buruk yang dihasilkan akan kembali ke diri sendiri juga.

Artikel Terkait