Home > Kebersihan Umum > Kenalan dengan Drainase: Pengertian, Fungsi, dan Resikonya

Kenalan dengan Drainase: Pengertian, Fungsi, dan Resikonya

Kebersihan Umum 28 August 2021
Membersihkan ompol copyright free images

Drainase bukan kata yang asing. Kata ‘Drainase’ sering dikaitkan dengan ‘sistem pengairan’. Tapi apa iya? Lalu, apa pengertian drainase sebenarnya.

Pengertian drainase bisa jadi banyak diajarkan di bangku sekolah, tapi ya hanya sebatas pengetahuan basic-nya saja. Kamu juga sering baca berita banjir yang berhubungan dengan kesalahan sistem drainase. Namun apa daya, kamu juga masih belum begitu mengerti tentang ‘apa sih drainase itu sebenarnya?’.

Kali ini KNC akan memberikan ulasan penting perihal pengertian drainase, kegunaannya, hingga ada atau tidaknya kerugian dari menggunakan sistem drainase.


Pengertian Drainase

Pengatusan atau biasa disebut dengan ‘Drainase’ merupakan pembuangan massa air secara alami atau buatan, baik dari permukaan (surface) maupun sub-permukaan (sub-surface).

Pembuangan massa air ini seringkali dilakukan dengan cara mengalihkan, menguras sampai membuang air.

Drainase sebenarnya tak beda jauh dengan sistem irigasi. Keduanya merupakan elemen utama dari proyek tata ruang, konstruksi dan pertanian yang digunakan untuk menghindari banjir dan kerusakan lainnya.

Saluran drainase yang ada diatas tanah adalah parit/selokan, sedangkan yang berada dibawah tanah biasa kita sebut ‘gorong-gorong’.

Definisi drainase juga sering disebut sebagai suatu konstruksi yang berguna untuk mengurangi, atau membuang kelebihan air. Konstruksi ini juga biasa digunakan untuk menjaga pasokan air agar tetap berada di batas aman supaya tidak terjadi banjir.

Drainase di area pertanian berguna untuk mencegah genangan air yang parah (kondisi anaerob yang bisa merusak pertumbuhan akar tanaman).

Tak hanya itu saja, banyak tanah memerlukan drainase buatan untuk meningkatkan produksi atau untuk mengelola pasokan air.


Sejarah Sistem Drainase

Sebelum drainase dikenal luas, Peradaban Lembah Indus telah lebih dulu memiliki sistem pembuangan air limbah dan drainase yang canggih.

Peradaban Lembah Indus sendiri merupakan peradaban yang ada pada Zaman Perunggu di wilayah barat laut Asia Selatan, yang berlangsung dari 3300 SM hingga 1300 SM.

Kedua tempat utama yang paling terkenal bernama Harappa dan Mohenjo-daro. Semua rumah di kota-kota besar Harappa dan Mohenjo-daro sudah memiliki akses ke fasilitas air dan drainase. Air limbah diarahkan ke saluran pembuangan yang berjajar di jalan-jalan utama.

Istilah ‘Peradaban Lembah Indus’ sering dilontarkan oleh para peneliti karena manusia jaman dulu sudah berhasil menemukan sistem pengairan yang baik, terutama di wilayah sungai Indus.

Drainase pun semakin berkembang setiap harinya, hal ini dibuktikan dengan penemuan drainase pipa berlubang yang dibuat oleh Sir Hugh Dalrymple pada tahun 1700-an.

Kini, sistem drainase telah digunakan hampir semua industri untuk membantu manusia mengatur air agar tidak terjadi kekacauan seperti banjir (jakarta) dan lain sebagainya.


Penggunaan Sistem Drainase

1. Drainase untuk Konstruksi dan Tata Ruang

Siapa yang paling bertanggung jawab dalam pengaturan drainase untuk pembangunan suatu gedung? Jawabannya adalah civil engineer alias insinyur sipil.

Insinyur sipil bertanggung jawab sepenuhnya atas drainase dalam proyek konstruksi. Biasanya mereka turun dan terlibat langsung untuk perencanaan pembuatan sistem drainase seperti gorong-gorong dan selokan.

Insinyur sipil serta manajer konstruksi bekerja sama dengan arsitek, pengawas, surveyor kuantitas, pekerja bangunan, serta subkontraktor. Biasanya, setiap negara memiliki aturan khusus untuk sistem drainase semua bangunan yang akan dibuat.

Opsi drainase untuk industri konstruksi meliputi:

  • Point Drainage : Selokan yang terhubung ke pipa drainase di bawah permukaan tanah. Penggalian yang dalam diperlukan untuk memfasilitasi sistem ini.
  • Channel Drainage : Drainase saluran biasanya dibuat dari beton, baja, polimer atau komposit. Tingkat intersepsi channel drainage lebih besar dari Point Drainage, dan penggalian yang dibutuhkan biasanya jauh lebih dalam.

Pembukaan permukaan drainase saluran biasanya datang dalam bentuk parut (polimer, plastik, baja atau besi) atau slot drain yang mengalir di sepanjang permukaan tanah (biasanya dibuat dari baja atau besi).

2. Drainase di Dunia Pertanian

Sistem drainase pertanian adalah sistem dimana air dikeringkan di tanah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian tanaman. Cara ini bisa melibatkan kombinasi pengontrol air hujan, erosi, dan lain sebagainya.

Ada banyak jenis sistem drainase yang digunakan dalam pertanian, tapi ada dua jenis utama yang perlu kamu ketahui :

  • Surface Drainage : Pembuangan kelebihan air dari permukaan tanah. Cara ini biasanya dilakukan dengan parit yang dangkal, biasa disebut juga saluran terbuka. Sistem Surface Drainage biasanya mulai berfungsi setelah adanya curah hujan yang intensif sehingga menghasilkan pengairan yang berlebih. Sistem ini sepenuhnya mengandalkan gaya gravitasi. Air yang ada di parit dangkal dibuang ke saluran pengumpul air yang lebih besar dan lebih dalam. Untuk memudahkan aliran air, tanah mesti diberi kemiringan buatan.
  • Sub-surface Drainage : Sebenarnya sama saja seperti sistem Surface Drainage, yang membedakan adalah sistem Sub-surface Drainage dibagi ke dalam sistem reguler dan sistem yang bisa dikendalikan. Ketika pembuangan saluran terjadi sepenuhnya karena gaya gravitasi, kedua jenis sistem ini hampir sepenuhnya sama, hanya saja sistem yang dapat dikendalikan mempunyai gerbang kontrol yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.

Bagaimana Menentukan Sistem Drainase yang Tepat?

Faktor-faktor yang menentukan pemilihan sistem drainase antara lain jenis tanah, konfigurasi lahan, jumlah dan pola curah hujan.

Tanah dengan kandungan pasir atau memiliki tingkat kekeringan yang cukup tinggi umumnya cocok menggunakan sistem Sub-surface Drainage, sedangkan tanah dengan kandungan tanah liat (tanah basah) yang tinggi umumnya membutuhkan sistem Surface Drainage.


Kenapa Mesti Ada ‘Drainase Buatan’?

Tanah dengan kandungan air yang cukup tinggi membutuhkan drainase supaya bisa digunakan untuk lahan pertanian.

Di Amerika Serikat bagian utara dan Eropa, proses glasiasi menciptakan banyak danau kecil yang lambat laun diisi oleh humus, dan pada akhirnya membentuk rawa.

Beberapa rawa tersebut perlu dikeringkan dengan menggunakan teknik drainase buatan agar bisa dimanfaatkan oleh para petani untuk menanam komoditi yang lebih menjual, seperti sayuran, biji-bijian, buah dan lainnya.


Apakah Ada Kerugian dari Sistem Drainase?

Sistem pengairan yang tepat sangatlah penting untuk melindungi kita dari kebocoran, dan masalah yang lebih besar seperti banjir. Sistem drainase terkadang memang menjadi jawaban yang tepat, tetapi ternyata ia juga bisa menimbulkan masalah lho.

Kerugian dari penggunaan sistem drainase bisa terjadi jika ada perbedaan jenis sistem atau bahan yang digunakan. Mari kita ambil contoh, salah satu saluran air di Perancis terkenal karena penumpukan lumpur yang sudah mencapai tahap maksimal. Hal ini diduga terjadi karena mereka menggunakan sistem drainase yang kurang tepat.

Masalah serupa juga bisa terjadi kalau kamu menggunakan sistem drainase yang salah dan tidak sesuai ketentuan.

Kurangnya perawatan pada sistem drainase juga menjadi kelemahan utama yang perlu diperbaiki. Caranya ya jangan malas membersihkan penyumbatan drainase supaya airnya tidak meluap dan menyebabkan kerusakan. Pada akhirnya efek baik-buruk yang dihasilkan akan bergantung dari tindakan kita semua.

Setelah mengetahui pengertian tentang pengertian drainase, sekarang saatnya untuk membersihkan rumah Anda secara berkala.

Baca juga: Cari Jasa Bersih Rumah di Tangerang? Ini Pilihannya

Baca juga: Pulang ke Bogor, Yuk Bersihkan Rumah dengan Jasa yang Satu ini

Caranya, Anda bisa pesan layanan jasa kebersihan dan bagian drainase dengan menggunakan aplikasi KliknClean. Download sekarang aplikasi KliknClean yang tersedia di App Store dan Google Play Store.

Artikel Terkait