Home > Fakta Unik > 7 Jenis Semut Unik yang Ada di Indonesia

7 Jenis Semut Unik yang Ada di Indonesia

Fakta Unik 10 August 2019
Membersihkan ompol copyright free images

Setelah sebelumnya kami menjelaskan tentang pengertian semut serta faktanya, kali ini kami akan mengulas tentang jenis-jenis semut yang hidup di Indonesia.

Seperti yang sudah kita ketahui, beberapa spesies semut hidup dalam koloni yang didukung oleh ratu tunggal sementara yang lain didukung oleh beberapa ratu. Meskipun ada sekitar 23 spesies semut yang dikenal di Indonesia, ada beberapa diantaranya yang paling umum yang biasanya Anda temukan di sekitar rumah atau halaman belakang.

Kira-kira semut apa saja yang paling sering Anda temui di lingkungan Anda? Yuk simak langsung jenis-jenis semut Indonesia paling lengkap di bawah ini.


1. Semut Hitam (Ochetellus)

Semut hitam memiliki tampilan yang mengkilap dan sesuai dengan namanya, semut ini berwarna hitam. Semut hitam mempunyai panjang sekitar 2,5 hingga 3mm.

Semut hitam memiliki siklus hidup yang sama seperti semut pada umumnya. Awalnya larva menetas keluar dari telur sebagai serangga lembek berwarna putih yang memiliki ukuran kepala cukup besar atau biasa disebut lundi. Lundi-lundi ini diberi makan oleh semut dewasa.

Larva semut berbentuk seperti kepompong dan nampak berwarna putih atau krem, terlihat mirip dengan semut dewasa. Kadang-kadang larva memiliki kepompong sutra yang berguna sebagai pelindung di sekitar mereka. Semut dewasa muncul dengan tiga bagian tubuh yang ditentukan yaitu kepala, dada dan perut.

Lamanya waktu antara tahap telur hingga mencapai semut dewasa dapat memakan waktu 6 minggu atau lebih itu tergantung pada berbagai faktor seperti spesies semut, suhu dan ketersediaan makanan. Telur yang dibuahi akan berubah menjadi semut betina, untuk yang tidak subur akan berubah menjadi jantan.

Semut-semut hitam ini dianggap sebagai pengganggu dan pencuri makanan di dapur, tempat sampah, dan kotoran hewan peliharaan, sehingga berpotensi menyebarkan penyakit seperti salmonella. Cara mengontrol semut hitam yang paling efektif adalah dengan menemukan koloni dan mengusirnya.


2. Semut Hantu (Tapinoma melanocephalum)

Semut hantu memiliki tampilan yang transparan dengan warna kaki serta perut yang pucat. Semut hantu juga muncul dengan panjang 16mm.

Semut hantu mempunyai siklus hidup seperti koloni yang terus berkembang biak dan kebiasaan makan zat-zat manis dan berminyak.

Semut hantu biasanya bersarang di dalam ruang kecil atau di celah dinding. Kalau di luar ruangan, mereka biasanya bersarang di pot bunga, di bawah benda-benda di tanah, dan di bawah kulit kayu.

Semut hantu tertarik pada area dengan kelembaban tinggi yang biasanya ditemukan di lemari dapur dan kamar mandi. Satu koloni semut hantu dapat menempati beberapa sarang yang berbeda.

Baca Juga : Fakta Menakjubkan Tentang Semut


3. Semut Api (Solenopsis spp)

Semut api atau yang memiliki nama latin Solenopsis spp mempunyai panjang ratu sekitar 5-8 cm, jauh berbeda dengan panjang pekerjanya yang hanya sekitar 1,4-1,8 cm saja.

Semut api muncul dengan tampilan warna tembaga dan coklat di kepala dan tubuh mereka, dengan warna perut yang lebih gelap.

Semut api memiliki antena dua segmen yang sangat khas, antena ini paling terlihat di tubuh depan semut betina.

Semut api hidup dengan siklus yang cukup unik. Contohnya, setelah mengerumuni sarang dan kawin, sang ratu semut mencari tempat yang cocok untuk bertelur. Sesudah ditemukan, seekor ratu semut dapat bertelur hingga 125 telur jika memungkinkan.

Larva semut api dapat menetas dalam jangka waktu 8 hingga 10 hari, dan tahap kepompong berlangsung selama 9 hingga 16 hari.

Larva semut api memakan sekresi dari kelenjar ludah ratu dan memecah otot sayap sampai semut pekerja pertama muncul.

Setelah larva berubah menjadi semut pekerja, peran ratu kembali seperti semula yaitu bertelur. Ratu semut dapat bertelur hingga 1500 telur per harinya.

Semut pekerja punya tugas baru seperti merawat larva, membangun sarang dan mencari makan. Semut jantan yang subur diproduksi di akhir musim.

Semut api pekerja mencari makan dari hewan mati, termasuk serangga, cacing tanah, dan vertebrata. Semut pekerja ini juga mengumpulkan madu dan dedaunan untuk makanan manis yang mengandung banyak protein, dan lemak.

Lokasi sarang semut api dapat berupa gundukan tanah hingga 40 cm atau di benda apa pun yang ditemukan di simpan di dekat permukaan tanah.

Semut api bisa bereaksi secara agresif dan dapat menimbulkan sengatan yang menyakitkan, sehingga timbul benjolan gatal sekitar 48 jam kemudian.

Semut-semut api ini adalah hama dalam bidang pertanian dan pembangunan. Mereka bisa merusak tanaman dan menyerang daerah pemukiman baik di luar maupun di dalam ruangan.


4. Semut Odorous (Tapinoma sessile)

Semut odorous atau Tapinoma sessile memiliki warna tubuh yang dominan berwarna coklat atau hitam. Semut ini bisa berukuran 1,6 hingga 18 cm.

Semut odorous memiliki antena dengan 12 segmen yang tidak disertai dengan bulatan. Semut ini juga memiliki 6 kaki.

Siklus hidup dari semut odorous juga berbeda dari jenis semut lainnya. Semut ini menghabiskan fase kedewasaan selama 34 sampai 38 hari.

Semut odorous memiliki jumlah koloni yang jumlahnya berkisar antara 100 hingga 10.000 semut. Semut odorous juga biasanya berumur panjang dan dapat hidup selama beberapa tahun.

Semut jenis ini memiliki pola makan yang cukup unik. Mereka sangat menyukai makanan manis seperti buah-buahan atau permen. Semut odorous juga menyukai makanan yang biasanya dimakan oleh hewan peliharaan Anda.

Semut odorous tertarik pada tempat yang memiliki kelembaban cukup tinggi. Namun, mereka juga dapat bertahan hidup di lingkungan yang panas atau kering. Anda bisa menemukan sarang mereka di tanaman rumah dan bahkan tutup toilet.

Ada yang aneh dari semut yang satu ini. Semut odorous mengeluarkan bau kelapa ketika tubuhnya mengalami kerusakan.


5. Semut Firaun (Monomorium pharaonis)

Well, semut ini punya nama yang cukup menyeramkan. Ya, semut firaun lah namanya. Semut firaun pekerja memiliki panjang sekitar 1,5 – 2 mm. Semut ini biasanya didominasi dengan warna kuning-cokelat dengan perut yang serta berwarna cokelat.

Semut jantannya memiliki panjang 3mm dan berwarna hitam juga bersayap. Berbeda dengan panjang semut ratu yang memiliki panjang 3.5-6 mm, dengan warna tubuh merah tua ditambah sayap yang lebih besar.

Semut firaun memiliki mata hitam dengan 2 ruas kecil di bagian pedicelnya. Mereka memiliki koloni dengan multi-ratu yang artinya mereka mempunyai beberapa ratu di dalam satu koloni. Mereka juga menyukai kegiatan berkerumun.

Semut dewasa yang bersayap bisa terbang sehingga mungkin agak jarang terlihat. Sayap-sayap ini akan segera hilang setelah semut tersebut kawin.

Semut firaun memiliki jalur sarang yang terintegrasi dengan baik. Mereka mencari makan di dalam ruangan dan mereka juga sangat menyukai makanan berprotein tinggi seperti daging, lemak, darah, serangga mati, dan masih banyak lagi.

Semut jenis ini muncul dengan karakteristik yang suka sekali berkerumun. Koloni baru sering terbentuk melalui sarang yang telah terganggu atau rusak, misalnya gangguan dari semprotan insektisida dan lain sebagainya.

Setiap ratu dari semut firaun dapat menghasilkan hingga 3.500 telur dalam masa hidupnya. Semut firaun juga nampaknya agak berbeda dari jenis semut lainnya terutama dalam pilihan lokasi sarang.

Mereka menyukai tempat dengan rasa lembab dan hangat yang seimbang. Contohnya seperti di rumah sakit. Satu koloni semut firaun dapat berjumlah beberapa lusin hingga 300.000 individu.

Baca Juga : Cara Alami untuk Membasmi Semut di Rumah!


6. Semut Tukang Kayu (Camponotus pennsylvanicus)

Semut tukang kayu atau semut carpenter memiliki ukuran semut ratu yang cukup kecil, yaitu hanya sekitar 1,4 cm saja. Untuk ukuran semut pekerja, mereka juga hanya berukuran 1,2 cm, yang sebenarnya tak jauh beda dengan semut ratu.

Semut ini biasanya berwarna gelap seperti hitam dan merah. Mereka juga mempunyai 6 kaki yang stabil.

Dibutuhkan 3 – 6 tahun untuk membangun koloni semut tukang kayu yang besar dan kokoh. Siklus hidup dari semut tukang kayu diperkirakan menghabiskan waktu 6 – 12 minggu dari masa telur hingga menjadi dewasa.

Sesuai dengan namanya, semut ini menyukai kayu. Entah itu basah maupun kering. Mereka akan membuat sarang di kayu yang lembab karena terkena air dan sebagainya.

Secara internal, mereka menggerogoti kayu dengan halus, tapi terkadang mereka harus melubangi pohon untuk bisa membuat sarang yang bagus.

Semut tukang kayu mencari makanan terutama di malam hari tetapi mereka juga bisa kok melakukannya siang hari. Biasanya mereka berburu makanan di awal musim yang hangat atau lembab.

Tanda-tanda adanya semut tukang kayu di rumah Anda adalah ada banyak serbuk gergaji, kayu basah, atau suara-suara tidak biasa yang datang dari dinding.

Mereka juga makan dari sekresi tanaman, nektar yang ada di buah atau bunga dan serangga kecil lainnya.

Walaupun mereka bersarang di kayu, nyatanya semut ini sama sekali tidak makan kayu lho. Jelas sangat berbeda dengan rayap. Semut ini lebih tertarik pada zat-zat manis, lemak dan daging.

Mereka biasanya jarang membuat kontak dengan manusia, tetapi kalau kebetulan Anda menemukannya, mereka akan langsung melarikan diri. Semut tukang kayu juga tidak bisa menyengat dan tidak berbahaya.


7. Semut Pavement (Tetramorium caespitum)

Semut pavement memiliki tampilan yang coklat gelap atau kehitaman. Mereka juga muncul dengan panjang yang hanya sekitar 1,8 cm saja. Semut ini juga memiliki 6 kaki.

Ada 2 duri di bagian belakang tubuh mereka dan 2 node di tangkai antena. Alur pada kepala dan toraks semut pavement juga tidak rata dengan 1 pasang tulang belakang yang ada.

Semut ini dilengkapi dengan 12 antena yang tersegmentasi. Semut pavement yang bersayap juga sering disalahartikan sebagai rayap karena bentuk dan ukurannya yang agak mirip.

Semut pavement memiliki koloni multi-ratu alias beberapa ratu di satu koloni. Sama seperti semut firaun, mereka sangat suka berkerumun.

Perkembangan semut pavement ini diperkirakan menghabiskan waktu 6 sampai 8 minggu dari proses awal telur hingga jadi semut dewasa.

Semut pavement memakan hampir apa saja yang dimakan manusia, mereka juga makan makanan hewan peliharaan.

Mereka akan terlihat memasuki rumah untuk mencari makanan di malam hari. Uniknya lagi, semut ini dapat bergerak melalui pipa dan kabel listrik.

Semut pavement membangun sarang di halaman belakang rumah, di bawah batu, di dalam kayu, dan masih banyak lagi. Koloni semut pavement biasanya ditemukan di dekat air.


Spesies Semut yang Tidak Biasa

Salah satu spesies semut Amazon dengan nama latin Allomerus decemarticulatus saling bekerja sama untuk membangun perangkap yang luas dari serat tanaman.

Perangkap ini memiliki banyak lubang dan ketika seekor serangga menginjaknya, ratusan semut di dalamnya menggunakan celah untuk menangkapnya dengan rahang mereka.

Spesies lain seperti semut berwarna kuning yang cukup agresif (Anoplolepis gracilipes), mampu membentuk apa yang disebut superkoloni yang menampung banyak ratu.

Di Christmas Island (Pulau Natal), Australia. Semut kuning yang agresif tersebut ditemukan tanpa sengaja di awal abad ke-20 dan semut ini telah menyebabkan sejumlah serangan yang merusak.

Salah satunya adalah karena semut ini merupakan ancaman utama bagi populasi kepiting merah endemik di pulau tersebut. Semut kuning menarik kepiting untuk masuk ke dalam sarang mereka, bahkan membunuh para kepiting ketika mereka secara tidak sengaja melewati sarang semut kuning pada masa migrasi tahunan berskala besar dari hutan ke pantai.

Artikel Terkait