Fakta Unik > Apa Itu Lalat Sesunguhnya?

Fakta Unik

Apa Itu Lalat Sesunguhnya?

30 August 2018

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata “lalat”? Pastinya ingkungan yang bersanitasi buruk, makanan basi, ruangan kotor, tumpukan sampah dan sebagainya, bukan? Bagi manusia, keberadaan lalat adalah gangguan karena lalat dikenal sebagai penyebar bibit penyakit.

Lalat hinggap di kotoran kemudian hinggap di makanan manusia dan menyebabkan makanan menjadi terkontaminasi bakteri yang terdapat di tubuh dan kakinya sehingga menimbulkan berbagai jenis penyakit seperti diare, disentri, dan kolera, dan masih banyak lagi.

Cek juga: Fakta Menarik dan Mencengangkan Tentang Ngengat!


Apa Itu Lalat ?

Lalat, hewan yang sering kita jumpai ini memiliki kemampuan untuk memproses informasi visual tujuh kali lebih cepat daripada manusia, maka dari itu lalat sangat tanggap dalam mengidentifikasi dan menghindari upaya untuk memukul atau menangkap mereka.

Bagi anda yang pernah mencoba menangkap lalat pasti mengetahui bahwa lalat mempunyai refleks yang sangat cepat sehingga sangat sulit ditangkap. Hal tersebut disebabkan oleh kemampuan lalat melihat gerakan manusia dalam gerakan lambat dengan laju pelipisan flicker mereka yang lebih tinggi.

Kepala lalat sangat cembung di bagian depan dan mengerucut di belakang. Mereka memiliki tiga mata sederhana (ocelli) dan sepasang antena pendek.

Baca: Penjelasan dan Fakta Menarik Ular!

Binatang kecil yang sangat suka dengan tempat kotor ini umumnya berukuran 6-7 mm. Lalat betina mempunyai sayap yang lebih besar dari lalat jantan, namun lalat jantan memiliki kaki yang lebih panjang dari lalat betina.


Sistem Reproduksi Lalat

Lalat berkembang biak dimulai saat lalat jantan menabrak lalat betina di udara maupun di tanah. Kemudian lalat jantan naik ke dada betinanya, dan apabila betinanya siap menerima maka ia akan menggetarkan sayapnya dan lalat jantan akan mengusap kepalanya.

Selanjutnya lalat jantan akan mebalik perutnya dan lalat betina akan mendorong ovipositor ke dalam pembukaan alat kelaminnya. Senggama lalat berlangsung selama beberapa menit, termasuk transfer sperma.Lalat jantan biasanya kawin beberapa kali, sementara lalat betina umumnya kawin hanya sekali dan menolak kenaikan lebih lanjut.

Lalat betina yang hamil biasanya mengendapkan telurnya berkerumun bersama lalat lain yang juga hamil.

Lalat mempunyai tingkatan jumlah produksi dan laju produksi yang lebih dari serangga lain.  Lalat berkembang biak dengan baik terutama di musim kawin. Setelah proses fertilisasi induk lalat akan bertelur.

Lalat betina dapat bertelur hingga 500 telur seumur hidup, dengan setiap penetasan berjumlah 75-150 telur.Telur lalat berwarna putih dan panjangnya sekitar 1,2mm. Induk lalat meletakkan telur-telurnya di bahan organik yang mati dan membusuk, seperti bangkai, kotoran, ataupun sisa makanan.

Dalam sehari, larva (belatung) menetas dari telur dengan memiliki panjang sekitar 3-9 mm, berwarna putih pucat, dan tidak memiliki kaki.Tumpukan kotoran hewan yang hangat lembab, dan gelap menjadi tempat yang ideal untuk larva berkembang, maka larva sangat menghindari cahaya demi tumbuh kembang yang optimal.

Lalat jantan akan dewasa secara seksual setelah 16 jam, sementara betina 24 jam.


Jenis-Jenis Lalat

Ada sekitar 120.000 spesies lalat yang telah dijelaskan oleh sains.Jumlah spesies sebenarnya di dunia kemungkinan jauh lebih besar.Spesies lalat dikelompokkan menjadi genus dan keluarga. Dalam sebuah keluarga dan genus, spesies dapat berbagi kebiasaan dan gaya hidup yang sama seperti memberi makan darah atau berkembang biak di kotoran.

1. Lalat rumah (House Flies)

Lalat jenis ini paling sering ditemui karena hidup menyebar di seluruh dunia.Bahkan mudah ditemui di rumah yang memiliki peliharaan di halaman belakang, biasanya mereka hidup di sekitar kotoran hewan tersebut.

Lalat jenis ini juga hidup di tempat sampah. Dapat dikenali dengan warnanya yang keabu-abuan. Lalat ini membawa salmonella, dan E-Coli, yang dapat menyebabkan penyakit seperti kolera, demam, hepatitis, dan disentri.

2. Lalat Buah (Fruit Flies)

Sesuai dengan namanya, lalat buah menyukai buah-buahan dan zat organik bergula lainnya, Lalat buah atau disebut juga fruit fly sering ditemukan di rumah, restoran dan supermarket, dan di tempat lain makanan disajikan.

Mereka juga bisa masuk ke dalam kebun.Lalat buah merupakan pembawa penyakit yang potensial, tetapi lebih sering menyebabkan sakit perut dan diare jika larva tidak sengaja termakan.

3. Blow Flies

Lalat ini umumnya berwarna biru atau hijau metalik, dan mempunyai ukuran yang lebih besar dari lalat rumah. Lalat ini memakan daging atau bahan organik lain yang telah membusuk.

Lalat ini menjadi pengunjung setia bangkai baru.Lalat jenis ini umumnuya membawa bakteri yang dapat menyebabkan kolera, disentri, dan tifus.

4. Lalat Tanduk (Horn Flies)

Lalat tanduk memiliki kepala berwarna merah kecoklatan dan tubuh berwarna gelap.Ukuran tubuh mereka sekitar 3-16 inci panjang atau sekitar setengah ukuran lalat rumah biasa.Lalat ini memiliki tubuh gelap berkilau dengan sayap yang agak tumpang tindih menutupi perut mereka.

Mereka memiliki kepala kecil, antena yang mengarah ke bawah, dan memiliki garis-garis thorax di atasnya. Lalat jenis ini tertarik pada darah sapi dan kuda, dan berkembang biak pada kotoran hewan-hewan tersebut. Maka, lalat tanduk banyak ditemui di peternakan.

Bagi anda yang tinggal jauh dari peternakan bisa merasa aman dari hama yang satu ini. Lalat ini menyebabkan penyakit pada hewan ternak, salah satunya adalah nematoda filarial. Lalat ini mempunyai gigitan yang berbahaya.Mereka tak hanya menggigit hewan ternak, tetapi manusia juga.

Ia menyebarkan infeksi melalui luka yang terbuka.

5. Black Flies

Serangga ini berkembang biak di air yang mengalir, seperti sungai, dan sungai, meeka tidak bisa berkembang biak di dalam rumah. Lalat hitam dewasa mencari lingkungan yang lembab.

Lalat hitam sering ditemukan di daerah berhutan lembab di musim panas dan daerah semitropis sepanjang tahun. Lalat ini merupakan ancaman bagi para backpaper dan penikmat alam bebas.Black Flies berkeliaran di sekitar kepala, rambut, dan telinga, untuk mencapai targetnya yaitu darah.

Gigitan lalat ini menyakitkan dan sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening yang parah dan ruam kulit. Lalat jenis ini memotong kulit untuk memuntahkan darah ke dalam luka gigitan.Meskipun berbahaya, lalat ini tidak aktif di malam hari.