Abu Vulkanik Masuk Rumah? Ini Cara Membersihkannya dengan Aman
6 September 2026
copyright free images Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 4 September 2026 menyebabkan sebaran abu vulkanik terdeteksi hingga Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi dan sebaran abu di atmosfer.
Kalau abu mulai terlihat di teras, lantai, furniture, atau bahkan masuk ke dalam rumah, jangan langsung membersihkannya seperti debu biasa.
Abu vulkanik terdiri dari partikel sangat halus yang dapat mengganggu mata dan pernapasan. Cara membersihkan yang salah juga bisa membuat abu yang sudah mengendap kembali beterbangan.
Jadi, keselamatan keluarga harus menjadi prioritas sebelum mulai bersih-bersih.
Selama abu masih turun, sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah dan tutup pintu serta jendela.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), badan kesehatan masyarakat Amerika Serikat, menyarankan untuk membatasi paparan abu, tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Jika memang harus keluar rumah atau membersihkan abu yang masuk ke dalam bangunan, CDC merekomendasikan penggunaan respirator N95 untuk membantu mengurangi partikel abu yang terhirup. Kacamata pelindung juga dapat membantu melindungi mata dari partikel halus.
Anak-anak dan bayi termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan abu vulkanik. Risiko juga lebih tinggi pada penderita asma serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.
Kalau ada anak di rumah:
Kalau memungkinkan, buat satu “area bersih” di dalam rumah untuk anak dan bayi selama proses pembersihan berlangsung.
Jika seseorang mengalami sesak, napas terasa sulit, batuk berat, atau gejala yang mengkhawatirkan setelah terpapar abu, segera cari bantuan medis bila diperlukan.
Sebelum membersihkan bagian dalam rumah, kurangi dulu sumber abu yang masuk.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Kesalahan yang mudah dilakukan adalah langsung menggunakan sapu kering.
Gerakan menyapu dapat membuat partikel yang sudah mengendap kembali beterbangan.
Untuk permukaan keras, gunakan kain atau pel yang sedikit lembap. Untuk karpet, sofa, dan furniture berbahan kain, vacuum dapat digunakan, idealnya dengan sistem filtrasi partikel yang baik.
Abu vulkanik juga bersifat abrasif. Artinya, partikel halus dapat menggores beberapa permukaan jika digosok terlalu keras.
Jadi, bersihkan kaca, furniture mengilap, dan permukaan sensitif dengan perlahan.
Untuk lantai, meja, rak, dan furniture keras:
Kalau abu sudah masuk ke banyak ruangan dan pekerjaan mulai sulit ditangani sendiri, layanan General Cleaning dapat membantu membersihkan lantai, furniture, kamar, dapur, kamar mandi, dan area rumah lainnya.
Furniture berbahan kain perlu mendapat perhatian khusus karena debu halus bisa menempel di permukaan serat.
Hindari memukul sofa, kasur, atau karpet karena cara tersebut justru membuat debu kembali naik ke udara.
Untuk sofa dan kasur yang terlihat tidak bernoda tetapi banyak terkena debu halus, vacuum menjadi pilihan yang lebih tepat.
Layanan Hydro Cleaning dapat digunakan untuk membantu mengangkat debu dan partikel dari kasur, sofa, karpet, bantal, guling, dan berbagai furniture kain lainnya.
AC juga perlu diperhatikan setelah periode hujan abu.
Partikel halus yang sudah masuk ke dalam rumah dapat ikut tersirkulasi dan menumpuk pada filter. Selama abu masih turun, hindari menggunakan sistem ventilasi yang menarik udara dari luar. CDC juga menyarankan menutup pintu dan jendela serta mematikan sistem yang bisa menarik udara luar masuk ketika kondisi berabu.
Setelah kondisi membaik, cek filter dan kondisi AC sebelum digunakan seperti biasa.
Jika unit sudah banyak mengumpulkan debu atau lama tidak dibersihkan, segera jadwalkan pencucian AC untuk membantu membersihkan unit sesuai kebutuhan.
Setelah situasi aman, kebutuhan setiap rumah bisa berbeda.
Yang paling penting, jangan terburu-buru membersihkan dengan cara yang membuat abu kembali beterbangan.
Lindungi keluarga terlebih dahulu, terutama anak dan bayi. Setelah kondisi aman, bersihkan rumah secara bertahap dan gunakan metode yang sesuai dengan setiap permukaan.
Stay safe 🙂