Fakta Unik > Apa Sih Lintah itu Sebenarnya?

Fakta Unik

Apa Sih Lintah itu Sebenarnya?

14 October 2020

Apa Anda mengenal hewan yang satu ini? Ya, lintah! Pasti Anda pernah melihat lintah menggeliat dengan lambat di lantai rumah.

Nah, bagi Anda yang masih penasaran dengan apa sih lintah itu sebenarnya, kebetulan banget karena kali ini kami akan menjelaskan pengertian lintah yang tidak pernah Anda ketahui sebelumnya serta fakta unik dibalik hewan aneh yang satu ini.

Daripada makin bingung, yuk langsung saja kita simak ke penjelasannya di bawah ini.


Apa itu Lintah ?

Lintah adalah cacing parasit atau predator. Mereka masih satu keluarga dengan oligochaetes, seperti cacing tanah yang memiliki tubuh lunak, berotot, dan berukuran panjang. Sebagian jenis lintah biasanya memiliki mulut penghisap berbeda di kedua ujungnya yang tidak sesuai dengan organ internal mereka.

Tubuh lintah relatif padat dan rongga tubuh yang luas direduksi menjadi saluran kecil. Semua lintah memiliki 34 segmen tubuh. Panjang tubuhnya tergantung pada jenisnya.

Lintah biasanya hidup di air tawar maupun air laut. Jenis lintah Amazon raksasa yang bernama haementaria ghiliani dapat tumbuh hingga berukuran setengah meter panjangnya.

Lintah juga mempunyai bagian mulut yang berguna sebagai jarum untuk menyedot atau menghisap darah dari mangsanya. Beberapa spesies lintah adalah pemakan daging, sisanya memakan bahan organik dan ada juga yang mengonsumsi parasit.


Cara Lintah Berevolusi

Kelompok annelid (lintah) yang paling kuno adalah polychaetes yang berevolusi pada periode Kambrium,  hidup bebas di Shale Burgess sekitar 500 juta tahun yang lalu.

Baik oligochaetes dan lintah, mereka sama sama tidak memiliki bagian keras, dan tidak dapat memfosil dengan baik.

Fosil lintah pertama ditemukan pada periode Jurassic sekitar 150 juta tahun yang lalu, tetapi sebuah fosil annulate ditemukan di Wisconsin pada tahun 1980-an, yang memiliki pengisap besar dan berkemungkinan memperpanjang sejarah evolusi kelompok lintah dari 437 juta tahun yang lalu.

Baca Juga : Kenalan dengan Kumbang : Pengertian dan Fakta Mencengangkannya


Bagaimana Caranya Lintah Bergerak?

Lintah bergerak menggunakan otot longitudinal yang melingkar dan digunakan untuk gerak peristaltik. Dengan adanya pengisap posterior dan anterior (satu di setiap ujung tubuh), mereka dapat bergerak dengan gerakan memutar atau beringsut.

Ujung posterior lintah melekat pada substrat, dan ujung anterior diproyeksikan ke depan secara peristaltik oleh otot-otot yang melingkar sampai menyentuh ke bawah. Kemudian ujung posterior dilepaskan, ditarik ke depan oleh otot memanjang, dan disambungkan kembali. Lalu, ujung anterior dilepaskan, dan siklus berulang sampai mereka bisa sampai ke tempat tujuan.

Lintah menjelajahi lingkungan mereka dengan gerakan kepala dan tubuh yang melambai-lambai.

Lintah hidup di lingkungan yang lembab dan umumnya bernafas melalui kulit tubuh mereka. Berbeda dengan spesies lintah Piscicolidae, yang bernafas melalui insang.


Bagaimana Caranya Lintah Bisa Bertahan Hidup?

Lintah bernafas melalui kulit. Sistem pencernaan mereka mirip seperti kantong yang bisa menyimpan makanan dalam waktu beberapa bulan. Lintah memiliki satu hingga empat mata yang terletak di ujung anterior.

Lintah adalah hewan hermafrodit yang artinya memiliki organ reproduksi fungsional dari kedua jenis kelamin pada satu individu yang sama.

Akan tetapi, lintah tidak dapat membuahi diri sendiri karena sperma satu ekor lintah hanya bisa membuahi sel telur lintah lain. Telur diletakkan dalam kepompong yang dapat disimpan di darat maupun didalam air. Perkembangan dan pertumbuhan telur lintah bersifat langsung tanpa melewati tahap larva.


Apa yang Lintah Makan?

Lintah akuatik dapat memakan darah ikan, amfibi, burung, dan mamalia. Beberapa diantaranya juga memakan siput, larva serangga, dan cacing. Pada umumnya lintah darat memakan darah mamalia. Rahang dengan gigi yang tajam dapat membuat sayatan berbentuk Y didalam daging.

Air liur lintah mengandung zat yang dapat membius area luka, melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah yang bisa mencegah darah mangsanya membeku.

Hirudin antikoagulan, yang diekstraksi dari jaringan tubuh lintah obat Eropa (Hirudo medicinalis), digunakan untuk mencegah pembekuan darah setelah operasi; bahan kimia lain yang diisolasi dari lintah Amazon juga digunakan untuk melarutkan gumpalan darah pada manusia.


Bagaimana Cara Lintah Menghisap Darah?

Biasanya lintah darat menunggu korban di vegetasi yang lembab. Mangsa sering tidak menyadari digigit sampai darah terlihat mengalir dan bagian tubuh tersebut terluka. Aliran darah sulit untuk berhenti karena anti-koagulan masih ada.

Banyak lintah yang berasal dari famili Gnathobdellidae yang menyerang manusia. Namun, beberapa spesies lintah telah digunakan selama berabad-abad untuk keperluan medis. Di Eropa penggunaan lintah untuk melancarkan aliran darah mencapai puncak popularitasnya pada abad ke 19.

Penyakit yang biasa diobati dengan lintah termasuk penyakit mental, tumor, penyakit kulit, asam urat, dan batuk. Pada zaman dahulu, perawatan untuk sakit kepala diobati dengan menempelkan beberapa lintah dibagian kulit kepala untuk memungkinkan mereka menghisap darah yang menggumpal.

Lintah juga telah digunakan untuk mencegah penumpukan darah yang berlebihan setelah prosedur bedah tertentu (misalnya pemasangan kembali jari yang terputus).


Apakah Lintah Bisa Membunuh Manusia?

Lintah akuatik, terutama Limnatis nilotica, dapat masuk ke dalam tubuh melalui air yang kita minum. Beberapa mungkin memasuki lubang ekskresi orang yang mandi di perairan yang terinfeksi.

L. nilotica, yang mendiami danau dan sungai di Eropa selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah, mencapai panjang hingga 12 cm (4,75 inci) memiliki kemungkinan besar untuk memasuki tubuh manusia.

Ketika tertelan dengan air minum, mereka mungkin akan menempelkan diri ke lapisan hidung atau tenggorokan dan kemudian dihirup ke paru-paru.

Tyrannobdella rex, lintah yang berasal dari keluarga Praobdellidae yang hidup di daerah terpencil di bagian atas Sungai Amazon, tampaknya lebih suka mengonsumsi membran mukosa yang ditemukan di rongga hidung mamalia.

Lintah ini mencari korbannya saat mereka mandi, membuat luka dengan satu gigitan yang terdiri dari delapan gigi besar.

Seseorang yang terkena lintah dapat menderita anemia akibat kehilangan darah. Lintah dapat menyebabkan mati lemas dengan menghalangi saluran pernapasan mangsanya. di Asia, banyak hewan peliharaan mengalami kematian karena ini.