Air Sumur Bor Kuning dan Berbau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
12 October 2026
copyright free images Air sumur yang keluar jernih lalu berubah kekuningan setelah didiamkan beberapa menit adalah keluhan yang umum, terutama pada rumah yang memakai sumur bor. Warnanya meninggalkan bekas pada bak mandi, membuat pakaian putih menguning, dan kadang disertai bau logam.
1. Kandungan Besi (Fe)
Ini penyebab paling umum. Besi yang terlarut dalam air tanah tidak berwarna selama masih di dalam tanah. Begitu bertemu udara, besi tersebut teroksidasi dan berubah menjadi partikel kuning kecoklatan. Inilah sebabnya air terlihat jernih saat keluar dari keran lalu menguning setelah didiamkan.
2. Kandungan Mangan (Mn)
Memberi warna lebih gelap ke arah kecoklatan atau kehitaman, dan sering disertai bau logam.
3. Zat Organik dari Tanah
Pada daerah bergambut atau bekas rawa, warna kuning kecoklatan berasal dari zat organik terlarut, bukan dari logam.
4. Pipa atau Casing yang Berkarat
Apabila warnanya muncul tiba-tiba padahal sebelumnya normal, karat pada pipa besi bisa menjadi penyebabnya.
5. Endapan yang Terangkat
Pompa yang menyedot terlalu dekat dengan dasar sumur akan membawa lumpur dan pasir ikut terangkat, terutama setelah hujan deras.
Aerasi dan Pengendapan
Prinsipnya adalah membiarkan besi teroksidasi lebih dulu, lalu mengendapkannya sebelum air dipakai. Caranya dengan menampung air di bak penampung sementara, membiarkan air kontak dengan udara, lalu mengambil air dari bagian atas.
Filter Bertingkat
Penyaringan umumnya memakai beberapa lapisan: pasir silika untuk partikel kasar, mangan zeolit untuk mengikat besi dan mangan, lalu karbon aktif untuk bau dan rasa. Media ini perlu dicuci balik secara berkala dan diganti sesuai umur pakainya.
Pemeriksaan Kedalaman Pompa
Menaikkan posisi pompa sedikit dari dasar sumur sering mengurangi endapan yang terangkat, dan ini langkah paling murah untuk dicoba lebih dulu.
Uji Laboratorium bila Perlu
Apabila air dipakai untuk konsumsi, pengujian kandungan besi, mangan, dan bakteri memberi gambaran yang jauh lebih pasti daripada menilai dari warnanya saja.
Penyaringan di hulu tidak menyelesaikan masalah apabila penampungannya sendiri sudah kotor.
Air dari sumur bor umumnya membawa pasir dan endapan halus, dan semua itu mengendap di dasar toren. Lapisan endapan ini terus bertambah, lalu ikut terbawa setiap kali permukaan air turun dan pompa menyedot dari bagian bawah. Akibatnya air kembali keruh meski filter masih berfungsi.
Karena itu rumah dengan sumber air tanah sebaiknya menguras toren lebih sering, yaitu sekitar tiga sampai empat bulan sekali, dibandingkan rumah dengan sumber PDAM yang cukup setiap enam bulan.
Mulai dari yang termurah: periksa posisi pompa, lalu kuras toren dan lihat seberapa banyak endapan yang keluar. Dua langkah ini sering sudah memberi perbaikan yang terasa. Apabila air tetap menguning, barulah investasi pada filter bertingkat menjadi langkah berikutnya.
Layanan Cuci Toren KliknClean membersihkan bagian dalam tangki dari lumut, endapan, pasir, dan kerak menggunakan sikat food grade dan pompa submersible, dengan cairan sanitasi yang aman untuk air bersih.