Home > Info Rumah > Lantai Marmer Kusam dan Tidak Mengkilap? Ini Penyebab dan Solusinya

Lantai Marmer Kusam dan Tidak Mengkilap? Ini Penyebab dan Solusinya

Info Rumah 24 September 2026
Lantai Marmer Kusam dan Tidak Mengkilap? Ini Penyebab dan Solusinya copyright free images

Marmer dipilih karena tampilannya mewah dan mengkilap. Namun setelah beberapa tahun, banyak pemilik rumah mendapati lantainya berubah buram, terlihat berkabut, dan tidak lagi memantulkan cahaya seperti saat baru dipasang.

Masalahnya sering disalahpahami. Lantai marmer kusam umumnya bukan karena kurang bersih, melainkan karena kondisi permukaannya sudah berubah.

Penyebab Lantai Marmer Menjadi Kusam

1. Goresan Halus dari Pasir dan Debu

Ini penyebab paling umum. Butiran pasir yang terbawa alas kaki berfungsi seperti amplas halus setiap kali terinjak. Goresan ini terlalu kecil untuk dilihat satu per satu, tetapi secara keseluruhan membuat permukaan tidak lagi rata sehingga cahaya terpantul tidak beraturan.

2. Cairan Pembersih yang Terlalu Keras

Marmer adalah batuan kapur yang bereaksi terhadap asam. Pembersih lantai berbahan asam, cuka, atau perasan lemon dapat mengikis lapisan permukaannya. Kerusakan jenis ini bersifat permanen dan tidak bisa diperbaiki hanya dengan dipel ulang.

3. Noda Air yang Dibiarkan

Air yang menggenang, terutama air sabun atau air dengan kandungan mineral tinggi, meninggalkan bekas lingkaran samar yang menumpuk seiring waktu.

4. Lapisan Pelindung yang Sudah Habis

Marmer yang pernah dipoles biasanya memiliki lapisan pelindung di permukaannya. Lapisan ini aus secara bertahap, terutama di area yang sering dilalui seperti ruang tamu dan koridor.

5. Sisa Pel yang Menumpuk

Mengepel dengan cairan berlebih atau tanpa dibilas menyisakan lapisan tipis yang lama-kelamaan membuat permukaan terlihat berkabut.

Mengapa Dipel Saja Tidak Menyelesaikan Masalah

Selama penyebabnya adalah kotoran, mengepel dengan cara yang benar memang cukup. Namun apabila permukaan marmer sudah tergores halus atau terkikis, tidak ada cairan pembersih yang dapat mengembalikan kilapnya.

Cara membedakannya cukup sederhana. Bersihkan satu area kecil hingga benar-benar bersih, lalu perhatikan saat kering. Jika area tersebut tetap buram dibandingkan bagian yang jarang dilalui, masalahnya ada pada permukaan, bukan pada kotoran.

Kapan Marmer Perlu Dipoles Ulang

Pertimbangkan pemolesan apabila:

  • Permukaan tetap buram meski sudah dibersihkan menyeluruh
  • Terlihat guratan halus ketika terkena cahaya dari samping
  • Ada perbedaan kilap mencolok antara jalur yang sering dilalui dan area pinggir
  • Muncul noda membekas yang tidak hilang dengan pembersihan biasa
  • Permukaan terasa lebih kasar dibandingkan sebelumnya

Pemolesan bekerja berbeda dari pembersihan. Prosesnya meratakan kembali lapisan permukaan, mengkristalisasi marmer agar lebih keras, lalu membentuk lapisan film pelindung yang sekaligus membuat lantai lebih tahan debu dan tidak licin.

Rawat Sejak Dini agar Tidak Perlu Sering Dipoles

Beberapa kebiasaan sederhana memperpanjang usia kilap marmer: letakkan keset di setiap pintu masuk untuk menahan pasir, segera lap tumpahan cairan, gunakan pembersih dengan pH netral, dan hindari menyeret furnitur.

Layanan Poles Marmer & Granit KliknClean mencakup kristalisasi, pemolesan, hingga pembentukan lapisan film pelindung. Layanan ini memerlukan survei terlebih dahulu untuk mengukur luas area dan tingkat kesulitan, sehingga Anda memperoleh penawaran yang sesuai kondisi lantai.

Segera download aplikasi KliknClean!

Artikel Terkait